7 Jenis Racking Gudang yang Wajib Diketahui untuk Industri dan Pabrik

Mengatur penyimpanan di gudang bukan sekadar menumpuk barang begitu saja. Sistem penyimpanan yang tepat bisa membuat proses operasional jadi lebih rapi, efisien, dan aman. Salah satu cara terbaik untuk mencapainya adalah dengan menggunakan rak gudang yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak semua rak diciptakan sama—setiap jenis memiliki desain dan fungsi yang berbeda, tergantung jenis barang yang disimpan dan kondisi gudang.

Kalau Anda sedang mengelola industri, pabrik, atau bahkan gudang distribusi, memahami jenis-jenis racking gudang sangat penting. Kesalahan memilih sistem rak bisa membuat ruang terbuang, barang sulit dijangkau, bahkan meningkatkan risiko kerusakan.

Nah, di artikel ini, kita akan membahas 7 jenis racking gudang yang wajib diketahui, lengkap dengan kelebihan masing-masing.

1. Selective Racking

Jenis ini adalah yang paling umum digunakan di berbagai gudang. Desainnya sederhana, dengan akses langsung ke setiap pallet. Cocok untuk barang yang sering keluar masuk (high turnover).

Menurut Warehouse Efficiency Journal, sistem selective racking “memberikan fleksibilitas maksimal untuk berbagai ukuran pallet tanpa memerlukan peralatan khusus” (Warehouse Efficiency Journal, 2022). Keunggulannya adalah kemudahan instalasi dan biaya relatif terjangkau.

Kekurangannya, ruang vertikal tidak selalu dimanfaatkan secara maksimal, sehingga untuk gudang kecil, mungkin kurang efisien.

2. Drive-In Racking

Drive-in racking dirancang agar forklift bisa masuk langsung ke dalam rak untuk mengambil atau menyimpan pallet. Sistem ini menggunakan prinsip LIFO (Last In, First Out), sehingga cocok untuk barang yang tidak memerlukan rotasi stok ketat.

Kelebihan utamanya adalah efisiensi penggunaan ruang. Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA), sistem drive-in mampu menghemat ruang hingga 60% dibanding penyimpanan konvensional (OSHA, 2021). Namun, penggunaannya perlu operator yang terlatih karena risiko tabrakan dengan struktur rak cukup tinggi.

3. Push Back Racking

Sistem push back menggunakan rel miring dan kereta geser, di mana pallet berikutnya akan otomatis terdorong ke depan ketika pallet di depan diambil. Prinsipnya FIFO (First In, First Out) atau LIFO, tergantung penempatan.

Keunggulannya adalah kapasitas penyimpanan yang lebih besar dibanding selective racking, namun tetap menyediakan akses yang relatif cepat. Cocok untuk gudang dengan volume tinggi tetapi variasi produk sedang.

4. Cantilever Racking

Jenis racking gudang ini khusus untuk menyimpan barang panjang seperti pipa, balok kayu, atau lembaran baja. Struktur raknya menggunakan lengan horizontal yang menjorok keluar, tanpa tiang di bagian depan, sehingga barang mudah diangkat dan diletakkan.

Cantilever racking sangat populer di industri konstruksi dan manufaktur. Sistem ini fleksibel untuk barang dengan panjang dan bentuk tidak seragam, namun memerlukan ruang lantai yang cukup luas.

5. Pallet Flow Racking

Pallet flow racking memanfaatkan gravitasi dengan rel roller miring. Barang dimasukkan dari satu sisi, dan akan otomatis bergerak ke sisi pengambilan. Prinsipnya FIFO, sehingga cocok untuk produk dengan masa simpan terbatas.

Keunggulannya adalah efisiensi tinggi dalam pergantian stok dan minim kebutuhan tenaga kerja. Namun, biaya awal untuk instalasi cukup tinggi dibanding sistem lain.

6. Multi-Tier Racking

Multi-tier racking adalah sistem rak bertingkat yang memanfaatkan ruang vertikal secara maksimal dengan menambahkan lantai tambahan di atas rak. Cocok untuk penyimpanan barang ringan hingga sedang, seperti suku cadang atau komponen kecil.

Kelebihan sistem ini adalah dapat memperluas kapasitas gudang tanpa perlu memperbesar bangunan. Selain itu, setiap tingkat bisa diakses dengan tangga atau lift barang, sehingga memudahkan pengambilan stok.

7. Mezzanine Racking

Berbeda dengan multi-tier, mezzanine racking mengintegrasikan lantai mezzanine yang berdiri di atas struktur rak, sehingga menciptakan area tambahan yang bisa digunakan untuk penyimpanan, kantor, atau area kerja.

Mezzanine racking sangat ideal untuk gudang dengan plafon tinggi. Sistem ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan dan bisa dipindahkan jika layout gudang berubah. Kelebihannya, gudang jadi multifungsi tanpa mengorbankan area lantai yang sudah ada.

Tips Memilih Racking Gudang yang Tepat

Memilih racking gudang tidak bisa asal pilih. Pertimbangkan beberapa faktor seperti:

  • Jenis barang dan ukuran pallet
  • Frekuensi perputaran stok
  • Kapasitas beban yang dibutuhkan
  • Luas dan tinggi gudang

Jika gudang Anda menyimpan barang yang sering keluar masuk, selective racking mungkin paling pas. Untuk barang dengan masa simpan lama dan butuh efisiensi ruang, drive-in atau push back bisa jadi pilihan. Sementara untuk barang panjang, cantilever adalah solusi terbaik.

Kesimpulan

Penggunaan racking gudang yang tepat bukan hanya membuat penyimpanan lebih rapi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan tiap jenis rak, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan operasional di industri atau pabrik Anda.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan pilihan racking gudang yang berkualitas serta sesuai standar SNI, Anda bisa langsung mengunjungi rakgudang.net. Pilihlah sistem rak yang tepat sekarang, dan nikmati gudang yang lebih teratur, efisien, dan aman.

You May Also Like

Leave a Reply