5 Tanda Gangguan Kesuburan yang Perlu Diperiksakan ke Dokter
Gangguan kesuburan kerap tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Banyak pasangan baru menyadarinya setelah lama menanti kehamilan, padahal tidak kunjung hamil merupakan gejala utama infertilitas. Sebagian orang tidak menunjukkan gejala lain. Karena itu, mengenali tanda yang mungkin muncul dan berkonsultasi dengan dokter, termasuk melalui Paket Kesehatan RS Bunda, dapat membantu Anda mencari tahu penyebabnya.
Ingin tahu lebih dalam tentang tanda gangguan kesuburan yang perlu diperiksakan ke dokter? Berikut ulasannya.
1. Siklus Haid Tidak Teratur atau Tidak Datang
Pola haid yang berubah-ubah atau tidak datang merupakan tanda gangguan kesuburan yang paling mudah diamati oleh perempuan. Menurut American Society for Reproductive Medicine (ASRM), perempuan dengan ovulasi normal umumnya memiliki siklus haid teratur setiap 21 hingga 35 hari. Oleh karena itu, siklus yang lebih pendek dari 25 hari, perdarahan di antara dua haid, hingga haid yang sangat jarang perlu segera Anda periksakan ke dokter.
Ketidakteraturan siklus ini menjadi petunjuk penting adanya gangguan ovulasi yang belum terdiagnosis. WHO menyebut sindrom ovarium polikistik (PCOS) sebagai penyebab utama haid tidak teratur sekaligus memicu infertilitas. Kondisi PCOS bisa muncul sejak masa remaja, tetapi sering kali baru Anda sadari saat mulai kesulitan untuk hamil.
2. Belum Hamil setelah 12 Bulan Berhubungan secara Rutin
Belum hamil setelah 12 bulan berhubungan seksual secara teratur tanpa pengaman merupakan definisi infertilitas menurut WHO. Kondisi ini terbagi menjadi infertilitas primer jika Anda belum pernah hamil, serta infertilitas sekunder jika Anda pernah hamil setidaknya satu kali. Durasi mencoba kehamilan ini menjadi tolok ukur utama untuk menentukan saat yang tepat memulai pemeriksaan medis.
Usia perempuan merupakan prediktor tunggal paling penting dalam menentukan tingkat kesuburan. ASRM menganjurkan pemeriksaan setelah 12 bulan mencoba bagi perempuan berusia di bawah 35 tahun, atau setelah 6 bulan bagi yang berusia 35 tahun ke atas. Sementara itu, perempuan berusia di atas 40 tahun disarankan untuk segera menjalani evaluasi dan penanganan tanpa menunda.
3. Nyeri Haid atau Nyeri Panggul yang Berat
Rasa nyeri haid yang sangat hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari tidak boleh Anda anggap sebagai keluhan biasa. WHO mencatat bahwa rasa nyeri panggul yang berat, perdarahan melimpah, dan nyeri saat berhubungan seksual merupakan gejala khas endometriosis. Kondisi endometriosis ini berkaitan erat dengan infertilitas serta dapat membuat pasangan menghindari hubungan seksual.
Keluhan nyeri panggul kerap terlambat diperiksakan karena sering dianggap normal oleh penderitanya. Akibatnya, WHO mencatat waktu terdiagnosisnya endometriosis bisa memakan waktu rata-rata 4 hingga 12 tahun. Untuk memastikan kondisi ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan USG, MRI, atau tindakan laparoskopi jika diperlukan.
4. Gangguan Ereksi atau Ejakulasi pada Pria
Kesulitan memperoleh kehamilan tidak hanya berasal dari pihak perempuan, tetapi juga sering berkaitan dengan gangguan kesuburan pada pria. WHO menyebut infertilitas pria paling sering dipicu oleh masalah pengeluaran semen, jumlah sperma yang rendah, serta bentuk dan pergerakan sperma yang abnormal. Masalah pengeluaran semen ini umumnya terjadi akibat sumbatan pada saluran genital yang dipicu oleh cedera atau infeksi.
Perubahan fungsi seksual atau pola pertumbuhan rambut juga dapat mengindikasikan adanya gangguan hormon pada pria. Pria dengan riwayat gangguan testis, prostat, maupun disfungsi seksual sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Sebagai langkah awal, ASRM menyarankan pemeriksaan kesuburan pria yang setidaknya mencakup analisis semen.
5. Riwayat Endometriosis, PCOS, atau Kondisi Reproduksi Lainnya
Memiliki riwayat endometriosis, PCOS, atau gangguan reproduksi lain menjadi alasan kuat untuk segera memeriksakan kesuburan tanpa perlu menunggu satu tahun. ASRM menyarankan evaluasi medis dimulai lebih awal jika Anda dicurigai memiliki masalah pada rahim, saluran tuba, atau rongga panggul. Langkah ini penting agar penyebab hambatan kehamilan akibat penyakit reproduksi dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin.
Selain gangguan reproduksi, riwayat kesehatan secara umum juga memengaruhi tingkat kesuburan Anda. Menurut Mayo Clinic, perempuan yang pernah mengalami keguguran berulang atau menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi perlu segera memeriksakan diri. Tindakan medis tersebut dapat menurunkan cadangan ovarium, sehingga ASRM merekomendasikan evaluasi kesuburan tanpa menunda.
Konsultasi Kesuburan Komprehensif di Jaringan RS Bunda
Jaringan RS Bunda menyediakan layanan pemeriksaan kesuburan bagi Anda dan pasangan yang sedang mendambakan buah hati. Layanan Women’s Health Center RS Bunda menyediakan Program Fertilitas berupa bayi tabung (IVF) maupun non-IVF, termasuk di RSU Bunda Margonda Depok. Sementara itu, Men’s Health Clinic menghadirkan dukungan fertilitas pria tingkat lanjut seperti tindakan PESA dan TESA.
Evaluasi awal kesuburan dilakukan secara sejajar pada pihak perempuan dan pria sesuai standar ASRM. Pemeriksaan ini mencakup evaluasi status ovulasi, kondisi saluran reproduksi perempuan, hingga analisis semen untuk pasangan pria. Misalkan, Anda dapat memilih paket Bunda Signature Premarital Female yang mencakup konsultasi spesialis kandungan serta USG ginekologi.
Berbagai tanda seperti siklus haid tidak teratur, nyeri panggul berat, gangguan ejakulasi, hingga riwayat PCOS perlu segera diperiksakan. Semakin cepat Anda berkonsultasi, semakin awal penyebab gangguan kesuburan dapat terdeteksi dan ditangani secara tepat. Pemeriksaan ini sangat disarankan untuk segera Anda jadwalkan, terutama jika usia calon ibu sudah mencapai 35 tahun ke atas.
Daftar Akun di Website Bunda.co.id untuk Konsultasi
Mendaftar akun di website bunda.co.id merupakan langkah awal yang praktis untuk memulai konsultasi tentang kesuburan Anda sekaligus mengakses program membership Bunda Privilege guna memperoleh berbagai benefit menarik. Melalui akun yang telah aktif, pengguna dapat memilih dokter spesialis sesuai lokasi dan jadwal yang diinginkan, lalu melakukan reservasi janji temu secara efisien lewat aplikasi OneBunda. Apabila membutuhkan bantuan atau informasi tambahan mengenai penanganan fertilitas, Anda dapat menghubungi Call Center RS Bunda di nomor 1-500-799.